Contoh Resensi Buku Seri Dogmatika

RESENSI BUKU
ALLAH TRITUNGGAL

Penulis : Pdt. DR. Stephen Tong
Penerbit : Lembaga Reformed Injili Indonesia
Tebal buku : 109 hlm

Salah satu keunikan kekristenan adalah kepercayaan terhadap Allah Tritunggal. Unik karena Allah yang Tunggal itu adalah kasih dan Allah yang kekal. Kepercayaan terhadap Allah Tritunggal tidak ada pada agama-agama lain. Doktrin ini begitu jelas diajarkan dalam Alkitab, namun selalu menjadi kesulitan yang besar bagi orang Kristen,maupun orang bukan Kristen. Sulit dimengerti bukan berarti tidak mungkin dimengerti. Walaupun sulit doktrin harus tetap dipelajari, dimengerti dan diajarkan,bahwa Allah Tritunggal adalah tiga pribadi dalam satu Allah, atau di dalam satu esensi diri Allah ada tiga pribadi.

5 pokok pikiran/pemahaman atau pandangan baru yang penulis peroleh dari bacaan ini untuk membantu penulis mengerti cara memahami teologi yaitu:

1. Segala yang dicipta hanya menjadi bayang-bayang Yang Mencipta, dan bayang-bayang bukanlah realita; bayang-bayang ini merefleksikan yang asli, Pencipantalah yang merupakan realita di atas segala realita yang dicipta. Jadi yang mau dijelaskan di sini adalah bahwa ada perbedan kualitatif atau perbedaan sifat dasar antara Pencipta dan yang dicipta (hlm 14).

2. Relasi sebagai ganti analogi. Orang Kristen hanya memiliki satu Kitab Suci, yaitu Alkitab yang terdiri dari Perjanjian Lama da Perjanjian Baru. Tetapi jika orang Krisen hanya memiliki satu Alkitab, bagaimana semua orang Kristen membacanya, bukankah harus antri? Tidak perlu, kita masing-masing bias membeli satu kitab. Apakah itu berarti orang Kristen mempunyai banyak kitab? Jawabannya tidak. Orang Kristen tetap hanya mempunyai satu kitab.Memang kitab saya bukan kitab kamu, dan kitab kamu bukan kitab saya. Tetapi kita semua hanya mempunyai satu kitab. Hal ini memberikan suatu gambaran yang terbatas lebih epat dari perumpamaan-perumpamaan sebelumnya (ini bukan analogi tetapi hanya merupakan relasi.3. Bagaimana menjelaskan bahwa Yesus adalah diri-Nya Allah dan Yesus adalah diri-Nya Anak Allah, namun Allah tetap satu. Bukankan dirinya manusia dan dirinya anak manusia berarti dua manusia? Karena Bapa saya dan saya (anak) adalah dua manusia, yang mempunyai tubuh berbeda (dua). Tetapi Allah berbeda dengan manusia, sebab Allah itu Roh adanya. Kita tidak boleh mengerti Allah dengan konsep manusia yang terbatas. Yang dicipta jangan mempersamakan Yang Mencipta dengan dirinya, Sebab wilayah Pencipta melampaui wilayah yang diciptakan, dan wilayah roh tidak sama dengan wilayah materi (hlm 69)

3. Istilah Tritunggal itu sendiri sebenarnya berasal dari Tertulianus; dia adalah orang pertama yang mencetuskan istilah Tritunggal. Setelah mempelajari Alkitab secara teliti, dia mengemukakana bahwa Kristus tidak lebih rendah dari Bapa, Roh Kudus tidak lebih rendah dari Kristus dan tidak lebih rendah dari Bapa. Sebagaimana Bapa adalah yang sejati, maka Anak Allah adalah Allah yang sejati, dan Roh Kudus juga Allah yang sejati. Sekalipun pada waktu itu konsep Tritunggal belum sempurna, namun setelah Tertulianus sudah mencapai keadaan yang sangat sehat (hlm 88).
4. Untuk menyangkal Gnostiksisme, Arianisme, Saksi Yehova, maupun Witness Lee, yang mengatakan bahwa Yesus adalah ciptaan Allah. Jawabannya adalah Allah melahirkan Yesus Kristus, Anak Alla yang Tunggal. Istilah melahirkan dapat menghentikan interpretasi bahwa Yesus diciptakan, sebab dilahirkan bukan cipta diciptakan, yang melahirkan dan yang dilahirkan mempunyai esensi yang sama (hlm 68).

5. Cara Allah menyatakan diri : Antropomorfe (LAI menggunakan huruf “M” besar) (hl. 41-45)

Kelebihan :

1. Doktrin tentang Allah Tritunggal sangat sulit bagi orang Kristen maupun bukan orang Kristen, tetapi buku ini telah memberikan penjelasan yang sangat baik dan luas berikut contoh-contoh yang dapat membantu pembaca untuk memahami tentang Allah Tritunggal.

2. Sekalipun penulis buku ini banyak memuat pernyataan-pernyataan dalam bahasa intelektual, tetapi juga diimbangi dengan penjelasan-penjelasan yang memuaskan.

3. Banyak memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi perangsang berpikir secara kritis bagi pembaca, dan juga memberikan jawaban-jawaban atau pendekatan-pendekatan untuk persoalan tersebut.

Kelemahan : Sulit dimengerti oleh kaum awam karena gaya bahasa yang tinggi

Buku ini sangat penting dipelajari oleh dosen, hamba Tuhan, mahasiswa Teologi, untuk memperdalam kepercayaan, pengetahuan, agar dapat mengajar, bersaksi dan berapologet/mempertahankan/mempertanggungjawabkan imannya kepada Yesus Kristus.
Buku ini kurang/tidak cocok dibaca/dipelajari oleh kaum awam, oleh karena banyak istilah, kalimat, pernyataan yang sulit dimengerti oleh kaum awam.

(Oleh Evalita Harianja)

Facebook Comment

[facebook]