Contoh Resensi Buku Teologi Sistematika

TEOLOGI SISTEMATIKA

Penulis : Louis Berkhof
Penterjemah : Yudha Thianto
Prakata : DR. Stephen Tong
Penerbit : Momentum 2008
Tebal buku : 340 hlm

Teologi yang berkembang telah terbukti berkompromi dengan perkembangan/pikiran jaman. Oleh sebab itu harus ada ketangguhan dan kekonsistenan untuk penafsiran Alkitab setepat mungkin sebagai dasar prinsip pengenalan terhadap Tuhan, agar menegakkan kebenaran ilmu ketuhanan atas semua pengajaran yang simpang siur/menyimpang dan berubah-ubah.
5 pokok pikiran/pemahaman atau pandangan baru yang penulis peroleh dari bacaan ini untuk membantu penulis mengerti cara memahami teologi yaitu:


1. Argumen yang paling umum tentang bukti-bukti rasional tentang keberadaan Allah : Argumen Ontologis, Argumen Kosmologis, Argumen Teleologis, Argumen Moral, dan Argumen Historis atau Etnologis (hlm 21-24).

2. Doktrin Tritunggal sebelum dan sesudah reformasi. Masa sebelum reformasi, karena penekanan tentang kesatun Allah terus dipertahankan dalam Gereja, akhirnya sebagian orang menyingkirkan perbedan pribadi dalam Allah Tritunggal dan yang lain gagal memberikan penjelasan yang sempurna pada keilahian esensial dari pribadi kedua dan ketiga Allah Tritunggal. Pada masa sebelum reformasi Tertulianus orang pertama yang memkai istilah Tritunggal, tetapi formulasinya masih memiliki banyak cacat. Pada masa sesudah Reformasi sudah semakin sempurna (hlm 141-145).

3. Kedudukan Supralapsarian dan argument-argumen yang mendukung dan keberatan-keberatan terhadap Supralapsarian (hlm 220-225).

4. Kedudukan Infralapsarian dan argument-argumen yang mendukung dan keberatan-keberatan terhadap Infralapsarian (225-228).
5. Jalan keluar yang disarankan untuk menjawab persoalan : penciptaan adalah tindakan temporal Allah (hlm 241-244)

Kelebihan :

1. Menjelaskan dengan baik istilah-istilah teologis ke dalam bahasa Indonesia dengan tepat
2. Menambahkan kosa kata khusus (Glossarium) yang sangat membantu para pembaca.
3. Ada usaha yang serius untuk menegakkan kebenaran ilmu ketuhanan, karena banyaknya pengajaran yang simpang siur dan berubah-ubah pada jaman Perjanjian Lama sampai sekarang ini
4. Memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang menjadi perangsang berpikir secara kritis bagi pembaca, dan juga memberikan jawaban-jawaban atau pendekatan-pendekatan untuk persoalan tersebut.

Kelemahan: Saya tidak menemukan kelemahan dalam isi buku ini
Buku ini direkomendasikan untuk dibaca/ dipelajari oleh dosen, hamba Tuhan, mahasiswa Teologi, untuk memperdalam kepercayaan, pengetahuan, agar dapat mengajar, bersaksi dan berapologet/mempertahankan/mempertanggungjawabkan imannya, agar terhindar dari bahaya pengajaran sesat atau yang menjatuhkan iman orang percaya. Buku ini juga memiliki daftar kosa kata khusus (glosari) yang sangat membantu para pembaca (mahasiswa maupun hamba Tuhan).
Buku ini kurang/tidak cocok dibaca/dipelajari oleh kaum awam, oleh karena banyak istilah, bahasa asli (Ibrani), kalimat, pernyataan yang sulit dimengerti oleh kaum awam.

(Oleh Evelita Harianja).


Facebook Comment

[facebook]